Bagi banyak pekerja muda, punya rumah pertama sering dianggap impian besar yang sulit dijangkau. Gaji bulanan habis untuk kebutuhan harian, sementara harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Tapi, sebenarnya bukan mustahil untuk punya rumah pertama — asal tahu strategi finansial yang tepat dan bisa menyesuaikan kemampuan dengan pilihan properti yang realistis.
Kalau penghasilanmu di kisaran 6–8 juta per bulan, kamu tetap punya peluang besar untuk mulai mencicil rumah sendiri. Kuncinya bukan pada nominal gaji, tapi bagaimana kamu mengelola prioritas dan memilih properti yang sesuai.
Menurut standar finansial, maksimal cicilan kredit yang sehat adalah 30–35% dari total penghasilan.
Dengan gaji 6 juta, batas aman cicilan ada di sekitar Rp1,8–2,1 juta.
Sedangkan dengan gaji 8 juta, cicilan idealnya Rp2,4–2,8 juta per bulan.
Kalau kamu menabung lebih besar untuk DP, jumlah cicilan bisa ditekan agar tetap sesuai kemampuan. Jadi, penting untuk mempersiapkan tabungan DP sejak dini.
Sebelum mengajukan KPR, pastikan kamu punya dana darurat minimal 3–6 bulan pengeluaran.
Langkah ini akan melindungi kamu dari risiko gagal bayar ketika ada kebutuhan mendadak.
Gunakan rekening khusus untuk tabungan rumah agar lebih disiplin dan terpisah dari kebutuhan harian.
Harga rumah di kota besar seperti Jakarta dan BSD memang sudah tinggi.
Tapi, daerah penyangga seperti Gunung Sindur kini jadi alternatif ideal:
Kawasan seperti ini punya dua keuntungan: harga beli masih masuk akal, dan potensi kenaikan nilainya tinggi dalam 5–10 tahun ke depan.
Cek juga program subsidi bunga KPR 2025 yang dicanangkan pemerintah untuk mendorong kepemilikan rumah pertama.
Bank-bank nasional seperti BTN, Mandiri, dan BRI juga banyak menawarkan skema KPR ringan untuk penghasilan menengah.
Kamu bisa dapat tenor panjang hingga 20 tahun, dengan bunga mulai 4–5% per tahun.
Sebelum membeli, pastikan kamu memilih proyek perumahan dari developer yang jelas izin dan progresnya.
Hunian yang punya nilai investasi baik biasanya berada di kawasan berkembang dengan desain modern dan lingkungan nyaman.
Salah satu contohnya adalah Cendana Park Gunung Sindur, perumahan dua lantai modern yang menawarkan konsep hunian keluarga muda dengan harga mulai 700 jutaan dan cicilan sekitar 4 jutaan per bulan.
Lokasinya strategis — dekat BSD, Rawa Buntu, dan akses utama ke Jakarta.
Desainnya pun fungsional: 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, carport, dan taman depan yang ideal untuk keluarga baru.
Harga properti naik tiap tahun, sementara daya beli tidak selalu ikut naik.
Menunda membeli rumah berarti membiarkan peluangmu makin jauh.
Mulailah dari kemampuan yang ada — pilih rumah pertama yang realistis, bukan yang paling mewah.
Karena rumah pertama bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga fondasi finansial masa depan.
Dengan gaji 6–8 juta, kamu tetap bisa punya rumah pertama asalkan bijak mengatur keuangan, memilih lokasi strategis, dan memanfaatkan program pembiayaan yang tersedia.
Kawasan seperti Gunung Sindur menawarkan keseimbangan antara harga, akses, dan potensi pertumbuhan nilai investasi.
Dan dengan developer seperti Cendana Park Gunung Sindur, kamu bisa mewujudkan impian punya rumah tanpa harus menunggu “nanti”.